pemeriksaan kepala dan leher

PEMERIKSAAN KEPALA DAN LEHER

  1. PENDAHULUAN

Dalam upaya penegakkan diagnosis, seorang klinisi harus menguasai bagaimana melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang sistematis dan benar. Banyak hal yang dapat digali pada anamnesis sehingga dengan anamnesis yang baik seorang klinisi dapat mengarahkan kemungkinan diagnostic pada seorang penderita, sehingga dengan melakukannya secara cermat dan sistematis. Pemeriksaan fisik yang peretama kali dilakukan adalah memeriksa keadaan umum dan tanda vital, kemudian dilakukan pemeriksaan kepala dan leher.

  1. ISI
  • Kepala

Pemeriksaan Kepala

Pemeriksaan kepala dan leher dimulai dengan inspeksi kepala. Penemuan-penemuan dipastikan dengan palpasi. Perhatikanlah tujuh ciri berikut ini: konfigurasi umum, simetri, penonjolan tulang, distribusi rambut, ciri-ciri kulit, ekspresi muka, dan kontak mata. Secara singkat periksalah tekstur rambut dan turgor kulit.

Penemuan Umum

Perkembangan otak, pembentukan tulang, dan factor-faktor lain menetukan bentuk tengkorak. Hidrosefalus dan mikrosefalus merupakan contoh dramatis dari respon tengkorak terhadapa pertumbuhan otak.

Ekspresi wajah dan kontak mata memberi petunjuk tentang keadaan emosional pasien. Jangan mengabaikan penemuan-penemuan penting ini.

  • Mata

Tinjauan Umum

Mata mengandung lebih banyak informasi diagnostic daripada organ-organ lain yang ada untuk diagnosis fisik. Vaskularisasinya saja memungkinkan diagnosis anemia, diabetes, hipertensi, keadaan hiperviskositas, dan arteriosclerosis. Enam dari 10 saraf cranial, lintasan simpatis dan parasimpatis, mensarafi struktur-struktur mata. Kelainannnya mungkin terletak jauh tetapi berefek pada penglihatan dan dapat dilihat.

Pemeriksaan Mata

Inspeksi dan penilaian fungsi mata merupakan dua unsur penting tiap pemeriksaan mata.

Inspeksi Orbita dan Letak Mata

Perhatikanlah alis mata, yang tumbuh dengan sangat lambat. Hilangnya sepertiga lateral alis mata kadang-kadang dijumpai pada miksedema, suatu keadaan yang disebabkan oleh kekurangan hormone tiroid. Dan pada bola mata perhatikanlah apakah pasien menderita eksoftalmus atau tidak.

Inspeksi Kelopak Mata

Biasanya inspeksi biasa sudah cukup. Kadang-kadang, anda perlu memeriksa permukaan dalam kelopak mata atas.

Aparatus lakrimalis terdiri dari glandula lakrimalis pada dinding luar atas orbita anterior dan punkta atas dan bawah.

Inspeksi Iris, Sklera dan Kornea

Periksalah sclera untuk melihat peradangan dan perubahan warna.

Kornea dapat diperiksa secara langsung atau dengan banntuan oftalmoskop. Ia tidak mengandung pembuluh darah sama sekali dan mempunyai banyak persarafan.

Iris normal harus bulat dan simetris.

Reaksi pupil harus diperiksa dalam beberapa cara. Pertama, sinarilah dengan cepat dan langsung ke dalam dalam salah satu mata dan perhatikanlah kontraksi yang normal. Kedua, tindakan ini membuktikan keutuhan busur dari reseptor ke efektor baik pada mata yang diperiksa maupun pada mata kontralateral. Kontraksi terjadi pula kalau mata berakomodasi untuk melihat dekat.

  • Telinga

Pemeriksaan Telinga

Perhatikan posisi telinga di kepala. Pangkal heliks harus berada pada garis horizontal dengan sudut mata. Telinga yang terletak rendah sering menyertai kelainan congenital di tempat lain.

Chvostek Sign

Pemeriksaan ini patognomonis pada tetani, yaitu dengan melakukan ketokan ringan pada cabang nervus fasialis dalam kelenjar parotis, tepat atau sedikit di bawah arkus zigomatikus (di depan liang telinga luar), yang akan menimbulkan kontraksi atau spasme otot-otot fasialis (sudut mulut, ala nasi sampai seluruh muka) pada sisi yang sama. Ini disebabkan kepekaan berlebihan dari nervus fasialis.

  • Hidung

Pemeriksaan Hidung

Hidung sebaiknya diperiksa dengan speculum hidung dan sumber cahaya yang kuat yang diarahkan dengan cermin kepala. Ntuk pemeriksaan di sisi tempat tidur, speculum besar pendek pada otoskop sudah cukup memadai. Ingatlah bahwa sumbu saluran hidung tegak lurus dengan muka, tidak sejajar dengan batang hidung. Saat pemeriksaan jangan lupa untuk menginspeksi hidung dengan memperhatikan permukaan hidung, ada atau tidak asimetri, deformitas atau inflamasi.

  • Mulut dan Faring

Pemeriksaan Mulut dan Faring

Dalam pemeriksaan mulut dan faring inpeksilah bagian bibir, mukosa oral, gusi dan gigi, langit-langit mulut, lidah dan faring.

Dalam menginspeksi bibir perhatikan warna, kelembaban, pembengkakan dan ulserasi atau pecah-pecah pada bibir.

Dalam menginspeksi mukosa oral mintalah pasien untuk membuka mulut. Dengan percahayaan yang baik dan bantuan tongue spatel inspeksi mukosa oral. Perhatikan warna mukosa, pigmentasi, ulserasi dan nodul. Bercak-bercak pigmentasi normal pada kulit hitam.

Dalam menginspeksi gusi dan gigi perhatikan inflamasi, pembengkakan, perdarahan, retraksi atau perubahan warna gusi.

Dalam menginspeksi langit-langit mulut dan lidah perhatikanlah bentuk dan warnanya. Terutama bagi lidah perhatikan juga papilla. Apakah ada bercak atau tidak.

Dalam memeriksa faring mintalah pasien untuk membuka mulut, dengan bantuan tongue blade lidah kita tekan pada bagian tengah. Mintalah pasien mengucapkan “ah”. Perhatikan warna atau eksudat.

  • Leher

Pemeriksaan Leher

Inspeksi pada leher untuk melihat adanya asimetris, denyutan abnormal, tumor maupun keterbatasan dalam Range of Moion (ROM) maupun pembesaran kelenjar limfe dan tiroid.

Pemeriksaan palpasi pada tulang hyoid, tulang rawan tiroid, kelenjar tiroid, pembuluh karotis dan kelenjar limfe. Bila terjadi pembesaran tiroid, pemeriksaan palpasi dilakukan dengan meletakkan ujung jari kedua tangan di kelenjar dengan posisi pemeriksa di belakang penderita, kemudian penderitadiminta menelan sehingga ujung jari pemeriksa ikut gerakan menelan. Kemudia dilakukan auskultasi di tiroid dan dapat didengar bising sistolik yang mengarahkan adanya penyakit graves.

Pemeriksaan pada leher untuk melihat vena jugularis dapat memberikan gambaran tentang aktifitas jantung. Perubahan aktifitas jantung dapat memberikan gambaran pada vena dengan cara memyebabkan perubahan tekanan vena-vena tepi, bendungan pada vena-vena tepi dan perubahan pada bentuk pulvus vena.

Palpasi Trakea

Perhatatikan setiap adanya deviasi pada trakea. Cara memeriksanya dengan meletakkan jari telunjuk pada diantara trakea dan strenomastoid. Bandingkan dengan kedua sisi sebelah kanan kirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: